Marlo Sitompul / Ketua Umum SRMI

SLOGAN KITA

BERSATU, BERJUANG untuk DEMOKRASI dan KESEJAHTERAAN ..!!! !

Laporan dari Ulfa Ilyas, Jakarta - Kamis, 30 Mei 2008

Kamis, 30 Juli 2009

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi mogok makan serentak di berbagai kampus di Indonesia dengan menggunakan alat LMND, Front, atau kampus-kampus untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Tuntutan utama aksi mogok makan adalah; Batalkan kenaikan harga BBM; Nasionalisasi Industri pertambangan asing dan penghapusan Utang Luar Negeri; tinggalkan elit politik pro-asing (imperialisme); Pemerintahan SBY-JK( Golkar dan Demokrat). Berikut liputan daerah untuk sementara;

Jakarta (26/05/08) : di Jakarta, aksi mogok makan yang di beri nama Persatuan Mahasiswa Jakarta (PMJ) dilakukan di tiga kampus, yaitu kampus ISIIP, universitas Mercu Buana, dan UPI YAI Salemba. aksi mogok makan ini di lakukan sebagai protes mereka terhadap pemerintahan SBY-JK karena telah menaikkan kebutuhan Harga bahan bakar Minyak, dimana kenaikan harga bahan bakar minyak akan berdampak luas pada seluruh aktifitas perekonomian rakyat (kecil, menengah dan besar) dan dirasakan oleh lapisan masyarakat yang berada di posisi menengah-kebawah. Dengan kenaikan harga BBM maka akan memicu kenaikan harga-harga bahan pokok, dimana sebelumnya bahan-bahan pokok telah melonjak harganya karena krisis pangan dunia. Mereka juga mengatakan, bahwa situasi industri nasional sangat tergantung pada pasokan bahan bakar minyak, akibatnya industri nasional kita akan sangat terpukul dan akan tergilas badai krisis akibat kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut.

Aksi mogok makan tersebut dilakukan oleh 6 orang peserta selama tiga hari berturut-turut. Rencananya, jika pemerintah tidak juga mendengarkan aspirasi mereka, maka aksi mogok makan tersebut akan bertambah lagi waktunya selama enam hari. Mereka meminta pemerintahan SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM; Turunkan harga-harga sembako, Bebaskan Aktifis mahasiswa dan rakyat yang tertangkap saat aksi menentang kenaikan BBM di seluruh Indonesia, Nasionalisasi Industri pertambangan Asing; Penghapusan Hutang Luar negeri, dan seruan untuk meninggalkan elit politik pro-asing yaitu pemerintahan SBY-JK (Golkar dan Demokrat). Nugroho, Koordinator umum Posko Mogok Makan mengatakan bahwa aksi-aksi serupa akan dilakukan terus-menerus dibeberapa kampus yang sudah diputuskan oleh teman-teman dari PMJ.

Bandar Lampung (26/05/2008) : Kebijakan pemerintah dalam menaikkan Bahan bakar minyak mendapat penolakan hampir di seluruh masyarakat dan mahasiswa diberbagai daerah. Di lampung, sekitar 10-an orang peserta aksi mogok makan yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) melakukan aksi Mogok makan di kampus UNILA (Universitas Bandar Lampung). Front Rakyat Menggugat ini terdiri dari LMND, SRMI, SEMA-LAMBAR, STN, UKMBS-UBL, FORDIMA-UBL.

Aksi mogok makan tersebut rencananya dilakukan selama seminggu. Mereka mengatakan bahwa mereka akan tetap melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap kenaikan harga minyak. Memasuki hari ketiga aksi mogok makan, salah satu peserta yang bernama Dony dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) terpaksa dilarikan kerumah sakit, karena kondisinya semakin lemah dan terjatuh, selain itu juga donny menderita dehidrasi akibat mogok makan yang dilakukan tersebut.

Menurut Dona Sorentimosa, Aksi mogok makan akan digelar selama seminggu dan jika belum ada respon dari pemerintahan SBY-JK akan ditambah dan kemungkinan akan dibuka posko serupa di kampus UBL Bandar Lampung.

Makassar (26/05/08): Sekitar 100-an massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk demokrasi Melakukan Aksi di depan kampus Unhas. Aksi ini merupakan prakondisi sebelum mereka akan melakukan aksi mogok makan selama seminggu. Aksi mogok makan digelar tepat di Pintu I Kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Aksi mogok makan ini di ikuti oleh 20 orang dengan memasang plester hitam di mulutnya. Menurut koordinator lapangan, Babra kamal, mereka akan tetap bertahan selama seminggu sampai pemerintah tergugah dengan penderitaan yang dialami oleh rakyat. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada pemerintah SBY-JK untuk membatalkan kenaikan harga BBM, nasionalisasi Industri Pertambangan Asing, Hapuskan Hutang Luar Negri dan Industrialisasi Nasional.

Memasuki hari kedua dalam aksi mogok makan tersebut terpaksa dibubarkan, karena di tempat yang sama telah terjadi aksi bentrok antara aparat kepolisian dengan Aliansi Mahasiswa Universitas Hasanuddin menolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak (AMUK).

Labuhan Batu (26/05/08) : Aksi-aksi penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak di daerah-daerah semakin meluas. Di Labuhan batu, sekitar 10-an mahasiswa yang mengatas namakan Liga mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melakukan aksi Mogok makan. disamping itu, beberapa orang dari mahasiswa Universitas Labuhan Batu (ULB) dan UNISLA juga ikut serta dalam aksi mogok makan tersebut. Rencananya, aksi mogok makan tersebut akan berlangsung hingga 1 juni 2008 mendatang.

Siantar (28/05/08): Sebagai rangkaian aksi menentang kenaikan harga BBM di berbagai daerah, di Siantar, beberapa aktifis LMND dan STN menggelar aksi mogok makan menuntut pemerintah segera membatalkan kenaikan harga BBM. Aksi mogok digelar sejak Rabu (28/05/08) di ikuti oleh Reinhard Sinaga (LMND, Adven Nainggolan (LMND), Fransiskus Silalahi (STN),dan Tyson (LMND). Mereka membangun tenda dan posko di depan kampus Universitas Siantar(USI). Menjelang hari ketiga, ketiga peserta mogok makan mulai tumbang dan dilarikan ke rumah sakit. Menurut Reinhard, aktifis LMND menyatakan bahwa aksi mereka akan terus dilanjutkan hingga pemerintah memberikan respon dan membatalkan kenaikan harga BBM. Hingga berita ini diturunkan, ketiga aktifis yang melakukan aksi mogok makan sedang dirawat di rumah sakit akibat kekurangan cairan tubuh dan kondisi fisik yang sudah sangat lemah.

Semarang (27/05/08) : Puluhan mahasiswa, buruh dan kaum miskin kota yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat (FRM) menggelar aksi mogok makan didepan kampus Undip, Semarang. Aksi ini merupakan bentuk protes atas keputusan pemerintah tetap bersikukuh menaikkan harga BBM.

Mereka yang mogok makan terdiri atas empat orang dari Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) dan tiga orang dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Mereka adalah Rahmat Sutopo (LMND), Lukman Hakim (LMND), Hengki. F. Matan (LMND), Rony Nakiaya, Wahyu Sukmahadi, Ari Setiawan, Edi Sutikno. Masing-masing menutup mulutnya dengan lakban hitam. Hari kedua, Rahmat Sutopo dilarikan ke rumah sakit karena fisiknya yang drop. Ketika ada peserta yang jatuh, bukannya menurunkan semangat malah menambah semangat yang lain. Hal ini di buktikan dengan bergabungnya tiga orang, yaitu : Adityo Kurniawan, Triya Siswandi dan Frans Mohede.

Menurut Maman Darmawan, kemungkinan hari minggu besok (1/06/08) ada tambahan dua orang peserta mogok makan lagi. Menurutnya, aksi ini akan terus berlangsung hingga bulan Juni mendatang.

Salatiga (29/05/08) : 8 mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi (LMND) dan Komunitas Anak Jalanan Salatiga (GERAM) melakukan aksi mogok makan di depan kampus Universitas Kristen Satya Wacana, jl. Diponegoro.

Kedelapan mahasiswa yang melakukan mogok makan yakni Reyza Budi Krisna Wardana (20) dari Fakultas Teknologi Informatika sekaligus koordinator aksi, Wawan (20) dari Fakultas Pendidikan, Asnafri (20) dari Fakultas Theologi, Joko (26) dan Santo (20) dari komunitas anak jalanan ‘Geram’, Thomas (20) dari Fakultas Pendidikan dan Martin (20) dari Fakultas Ekonomi.

Menurut Reyza Budi Krisna Wardana, Koordinator Aksi Mogok Makan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah karena telah menaikkan harga BBM, padahal masih begitu banyak solusi lain yang bisa di lakukan oleh pemerintah selain menaikkan harga BBM, yaitu : Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing dan Hapuskan Hutang Luar Negri.

Palembang (26/05/08) : Perlawanan mahasiswa di kota Palembang terhadap kenaikan harga BBM berlangsung di kampus IAIN Raden Fatah, jalan jenderal Sudirman. 20-an orang mahasiswa menggelar aksi mogok makan tepat di pinggir lapangan Sepakbola kampus IAIN tersebut. Aksi ini diikuti oleh Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) dan Front Mahasiswa Menggugat (Frabam). Sebelum memulai aksinya, mereka telah menyebarkan undangan ke kampus-kampus seperti UNSRI, PGRI, UMP dan Bina Darma untuk bersama-sama terlibat dalam aksi mogok makan. Hingga hari ketiga ini, sudah ada tiga peserta aksi mogok makan yang mengalami sakit. salah satunya, hari ini peserta yang bernama Venus Jupiter menderita kekurangan cairan dan konsumsi makanan, akhirnya jatuh pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit.

Dalam aksi ini mereka menuntut kepada pemerintah untuk segera membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak, karena sangat menyengsarakan rakyat, mereka juga menuntut kepada pemerintah untuk menurunkan harga sembako. Selain itu, mereka menilai pemerintah gagal dalam mewujudkan ketahanan energi. Penyebabnya, tidak adanya kemandirian ekonomi dan politik dari pemerintahan SBY-JK dalam pengelolaan migas di Indonesia.

0 komentar:

SPARTAN

Video Aksi

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger template Leaving by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP